• Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Respon Proaktif H.Bahrul Appas Terhadap Krisis Harga Gabah

    Satry Polang
    Rabu, 17 April 2024, April 17, 2024 WIB Last Updated 2024-04-18T02:26:26Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

     

    Respon Proaktif H.Bahrul Appas Terhadap Krisis Harga Gabah

    NARASIRAKYAT, SIDRAP - Dalam menanggapi kekhawatiran para petani terkait penurunan harga gabah, Komisi II DPRD Sidrap telah mengambil langkah cepat dengan berkunjung ke Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Urusan Logistik (Bulog) Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kunjungan tersebut, yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II, H. Bahrul Appas, dibahas potensi penyesuaian harga gabah untuk mendukung kesejahteraan petani lokal.


    Menurut H. Bahrul Appas, harga gabah yang sebelumnya dikhawatirkan bisa turun hingga Rp 5.000 per kilogram, saat ini telah mendapatkan sedikit kenaikan, yakni menjadi antara Rp 6.000 hingga Rp 6.200. Namun, petani menganggap kenaikan tersebut belum cukup menggembirakan mengingat tantangan baru yang muncul akibat serangan hama penyakit yang mempengaruhi kondisi padi.


    "Kenaikan harga gabah menjadi Rp 6.200 per kilogram memang membawa angin segar, namun petani masih merasa harga tersebut belum mencerminkan kondisi riil di lapangan, terutama dengan adanya serangan hama penyakit yang mempengaruhi hasil panen," ungkap H. Bahrul Appas saat menemui petani di lapangan pada Rabu, 17 April 2024.


    Para petani menyatakan bahwa harga ideal yang mereka harapkan adalah antara Rp 6.500 hingga Rp 7.000 per kilogram, untuk dapat menutup biaya produksi yang meningkat dan mengkompensasi kerugian akibat serangan hama.


    Menyikapi hal ini, H. Bahrul Appas, yang merupakan anggota dari Partai NasDem, menyerukan kepada semua pihak terkait dan pemerintah untuk lebih memperhatikan situasi ini. “Kami berharap pemerintah dan Bulog dapat terus bekerja sama dalam memastikan harga gabah yang stabil dan adil, yang tidak hanya mencukupi biaya produksi tetapi juga memberikan insentif yang layak bagi para petani untuk terus mengembangkan usaha pertanian mereka,” tambahnya.


    Dengan kondisi yang terus dipantau dan dialog yang berkelanjutan antara petani, DPRD Sidrap, dan Bulog, diharapkan tercipta solusi jangka panjang yang dapat meningkatkan kualitas hidup petani serta stabilitas sektor pertanian di Sidrap.

    Komentar

    Tampilkan