• Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Kementan Kawal Pengamanan Produksi Padi di Sidrap dan Pinrang dari Serangan Hama

    Satry Polang
    Minggu, 04 Juni 2023, Juni 04, 2023 WIB Last Updated 2023-06-05T06:28:30Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

     

    Para Petani di Sidrap dan Pinrang menanggulangi Serangan Hama di areal Persawahan


    Narasirakyat.my.id,Sidrap -- Kabupaten Sidrap (Sidenreng Rappang) dan Pinrang dikenal sebagai sentra produksi padi di Provinsi Sulawesi Selatan karena memiliki areal pertanaman padi yang luas. Luas areal pertanaman padi di Sidrap pada musim tanam (MT) 2022 – 2023 mencapai 48.000 ha, sedangkan di Pinrang 50.000 ha. 


    Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Ditjen Tanaman Pangan aktif mengamankan pertanaman padi dari serangan hama penyakit atau organisme pengganggu tumbuhan (OPT) bekerja sama dengan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Sulawesi Selatan.


    Memasuki musim kemarau seperti saat ini, hama penggerek batang padi menjadi salah satu OPT yang harus selalu diwaspadai, termasuk di dua kabupaten di Sulawesi Selatan ini. Di wilayah ini, dilaporkan terdapat serangan penggerek batang padi dengan gejala bulir padi hampa.




    Menanggapi hal ini, Kepala BPTPH Sulawesi Selatan, Muhammad menghimbau kepada para petani agar dapat tanam serempak di musim tanam berikutnya sebagai salah satu strategi dalam pengendalian OPT. 


    “Untuk menekan hama penggerek batang padi, pengendalian dapat dilakukan mulai dari persemaian dengan pengumpulan kelompok telur, pemasangan bumbung parasitoid, serta pengamatan rutin. Jika populasi masih dibawah ambang pengendalian dapat menggunakan pestisida biologi ataupun pestisida nabati,” jelasnya.


    Merespon hal ini, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menginstruksikan kepada jajarannya untuk terus mendampingi petani mengawal pertanamannya hingga panen tiba.


     “Petugas pusat, POPT, penyuluh dan petugas lapangan lainnya harus bersama-sama mendampingi petani agar mereka dapat panen tanpa gangguan OPT yang berarti dan produksi pangan dapat tercapai,” pungkas Suwandi.


    Hal ini sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo bahwa seluruh jajaran Kementan agar dapat mengawal dan menuntaskan masalah-masalah pertanian untuk menjaga dan mengamankan produksi pangan nasional.

    Komentar

    Tampilkan